Pada tanggal 12-14 Januari 2018, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa (FKSB), Universitas Islam 45 Bekasi mengadakan kegiatan field trip dan gathering bertajuk English Camp 2018 yang bertempat di Desa Wisata Kampung Tajur, Wanayasa, Purwakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari dosen program studi maupun fakultas, dan mahasiswa program studi Sastra Inggris.

English Camp diselenggarakan sebagai salah satu upaya peningkatan intensitas dan frekuensi mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Inggris. Selama tiga hari, seluruh peserta diharuskan berbahasa Inggris. Kegiatan-kegiatan di dalamnya pun didesain untuk memancing dan membiasakan penggunaan Bahasa Inggris. Mulai dari kegiatan focus group discussion, show up your talent, poster presentation, hingga hiking menyusuri daerah pedesaan yang asri.

Ibu Novita Puspahaty, M.Hum, Kaprodi Sastra Inggris, dalam sambutannya mengatakan bahwa English Camp merupakan salah satu program akademik dari Program Studi Sastra Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa. “Program ini merupakan rangkaian dari program persiapan uji kompetensi mahasiswa. Kompetensi berbahasa Inggris merupakan syarat mutlak bagi setiap mahasiswa prodi Sastra Inggris, mengingat pada akhir studinya mahasiswa harus mencapai syarat minimal kelulusan yang salah satunya dibuktikan dengan skor TOEFL pada level B1 sesuai dengan standar Asosiasi Studi Inggris di Indonesia (ESAI)”, demikian papar bu Novita.

Situasi kampus dan kelas dipandang kurang cukup memaksa dan memancing mahasiswa untuk terbiasa berbahasa Inggris. “Diperlukan desain situasi yang memaksa dan membiasakan mahasiswa untuk bertutur dalam Bahasa Inggris”, ujar bu Syabaningrum Prihartinni, M.Hum ketua panita English Camp. “Di English Camp mahasiswa disituasikan pada kondisi kontekstual di mana mereka harus berbahasa Inggris, pada kondisi lingkungan yang jauh dari kebisingan dan distraksi sehingga mahasiswa bisa lebih fokus dan tertarik untuk melatih kemampuan berbahasanya. Dan tentunya, sekalian berlibur menikmati kondisi pedesaan yang asri”, demikian papar Miss Tien, sapaan akrab bagi ketua panitia English Camp itu.

Ketika English Camp berakhir, para peserta nampak enggan untuk kembali ke Unisma. Semua terlihat masih betah meluangkan waktu lebih lama lagi. “Seru banget…!” adalah kesan kuat yang dilontarkan oleh para peserta. “New friend, new experience, new lesson I got!”, isi caption akun Instagram Winda, salah satu peserta mahasiswa angkatan 2016.

Demikian pula Novia dan Novita, dua peserta mahasiswa angkatan 2017 (mahasiswa baru), sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. “Pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, berada pada situasi yang mengharuskan berbahasa Inggris sambil menikmati keindahan alam pedesaan!”, komentar Novia. Sementara itu Novita (kebetulan sama dengan nama kaprodinya) berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan lagi pada tahun mendatang “dan tentunya dengan kegiatan yang lebih seru lagi dari tahun ini!”, tambahnya.

Kegiatan English Camp ditutup oleh dekan Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa. Dalam penutupan, pak dekan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bagus dan menarik. English Camp menurutnya merupakan salah satu program yang digagas oleh prodi Sastra Inggris yang tentunya memberikan kontribusi pada pengembangan akademik di fakultas. Ia pun mengharapkan kegiatan ini nantinya bisa digarap lebih jauh semisal dikaitkan dengan program  pengabdian masyarakat.